In Pakaian Dalam

Memilih jenis bahan celana dalam yang sesuai akan sangat memudahkan anda ketika beraktivitas. Pasalnya, celana dalam menjadi bagian terpenting dalam menjaga kesehatan tubuh. Ketika celana dalam nyaman digunakan, maka kesehatan organ intim akan terjaga dengan baik.

Beragam bahan dapat dijadikan celana di dalam. Penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda. Misalkan, ketika anda berolahraga maka membutuhkan celana dalam yang mampu menyerap keringat dengan baik. Ketika anda sedang berada pada daerah dingin, perlu bahan celana dalam yang menghangatkan.

Begitu juga dari ukuran celana dalam bisa disesuaikan agar tidak memberikan efek kurang baik ketika dipakai. Jangan sampai anda memilih yang terlalu ketat sehingga tidak nyaman ketika digunakan. Begitu pula ketika kebesaran, maka tidak nyaman digunakan untuk anda.

Jenis Bahan Celana Dalam dan Efeknya Saat Dipakai

Beragam jenis bahan dari celana dalam bisa anda pilih sesuai keperluannya. Tidak hanya satu, terdapat beberapa jenis bahan yang bisa dipilih. Jenis yang paling banyak digunakan adalah katun. Katun merupakan material celana dalam yang memiliki tekstur lembut sehingga mampu menyerap keringat dengan baik.

Katun menjadi salah satu bahan celana dalam yang paling direkomendasi. Pasalnya, katun mampu menjaga daerah kewanitaan agar tidak lembab. Jika lembab, berisiko menyebabkan terjadinya jamur yang bersarang di celana dalam. Selain itu, katun juga mampu menghindari alergi kulit dan iritasi.

Bahan kedua yang dianjurkan adalah renda. Jenis renda yang digunakan seperti renda brokat atau lace yang memberikan kesan feminim bagi penggunanya. Motifnya cantik dengan model bunga-bunga. Motif inilah yang terkadang membuat menjadi kurang nyaman ketika digunakan karena menyebabkan gatal.

Jenis bahan celana dalam lainnya yang biasa digunakan adalah nilon. Teruntuk para wanita yang mengalami kelembaban berlebihan di daerah kewanitaan, maka nilon adalah pilihan tepat. Ketika anda mengalami keringat berlebih, maka nilon cocok digunakan. Bahan nilon akan membantu menjaga area kewanitaan agar tetap kering dan sehat.

Wool merino adalah rekomendasi bahan celana dalam berikutnya. Jenis ini celana dalam yang memiliki kandungan anti bakteri sehingga cocok digunakan untuk menjaga kesehatan. Bahannya ringan dan memudahkan anda bergerak saat memiliki aktivitas padat. Selain itu, juga mampu menjaga kelembaban organ intim.

Jenis bahan kelima yang direkomendasi adalah bahan satin. Satin mampu memberikan kesejukan dan kenyamanan ketika digunakan karena teksturnya yang halus. Karena mampu membuat sejuk, maka cocok untuk menjaga kelembaban. Motifnya yang beragam memberikan kesan feminim ketika digunakan.

Cara Sehat Menggunakan Celana Dalam

Memilih jenis bahan celana dalam yang tepat dapat menjaga kesehatan organ intim anda. Ciri pertama adalah pilih celana dalam yang berbahan katun. Hal ini dikarenakan katun mampu menyerap keringat dengan baik, bobotnya ringan dan memberikan sirkulasi baik di dalam organ intim.

Ketika berolahraga, gunakan celana dalam yang mampu menyerap keringat. Ketika berolahraga, tubuh anda akan mengeluarkan keringat, termasuk juga di bagian organ intim. Keringat ini bisa menyebabkan lembab dan membuat bakteri lebih mudah berkembang. Untuk itu, perlu memilih bahan celana dalam yang mampu menyerap keringat.

Rutin mengganti celana dalam setiap hari bisa membantu menjaga kesehatan. Celana dalam mampu memerangkap kelembaban di bagian organ intim. Untuk itu, jamur dan bakteri lebih mudah berkembang karena lembab. Maka dari itu, setidaknya anda mengganti celana dalam satu kali dalam sehari.

Hindari penggunaan thong sebagai pengganti celana dalam. Thong ini adalah jenis yang digunakan untuk berjemur guna menghindari garis celana. Akan tetapi, jenis ini tidak aman bagi kesehatan organ kewanitaan. Pasalnya, bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih hingga menyebabkan bakteri lebih mudah menempel.

Ketika mencucinya, gunakanlah deterjen yang aman untuk kulit anda. Perlakuan saat mencuci celana dalam tidak mesti sama dengan pakaian lainnya. Akan tetapi, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kandungan bahan kimia pada deterjen yang aman untuk kulit.

Efek Memakai Celana Dalam Terlalu Ketat

Selain memilih jenis bahan celana dalam yang tepat, ukuran celana dalam juga perlu diperhatikan. Pasalnya, menggunakan celana dalam terlalu ketat bisa membahayakan bagian organ intim anda. Masalah pertama yang disebabkan adalah kurangnya sirkulasi udara yang masuk ke bagian organ vital.

Tidak hanya itu, celana dalam yang terlalu ketat dapat membuat penyebaran bakteri menjadi lebih cepat. Terutama jika anda sering menggunakan thong, maka berisiko lebih cepat dalam menyebarkan bakteri. Untuk itu, anda perlu menghindari penggunaan thong terlalu berlebihan.

Selain sirkulasi udara, penggunaan celana dalam terlalu ketat juga dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi sulit. Terutama, ketika wanita menggunakan celana dalam yang terlalu mengetat ke bagian perut atas atau bawah, lebih cepat menyebabkan mulas. Hal ini dikarenakan tertekannya asam lambung.

Memilih bahan celana dalam yang tepat akan memberikan keamanan tersendiri bagi anda. Tidak hanya itu, ketika nyaman digunakan akan membantu anda menjaga kesehatan organ intim. Kesehatan organ intim menjadi satu hal yang memang perlu diperhatikan. Untuk itu, anda harus cermat memilih jenis bahan celana dalam.

Recent Posts

Leave a Comment

Logo Citra Group

Start typing and press Enter to search

X